Maklum, Kata ini penting di era yang realitanya banyak orang yang tidak tahu cara menempatkan diri dan prilaku. Kebiasaaan memperlakukan orang semena-mena sudah mendarah daging, kebiasaan memanfaatkan orang lain adalah hal yang lumrah, jika ada pekerjaan bisa dilakukan oleh orang lain kenapa harus kita menjadi masalah serius yang harus diamati dan dipikirkan bersama. Mengerti dan Memahami adalah konteks yang sangat berbeda, banyak manusia yang sebatas mengerti namun tidak memahami. Jika Mengerti maka hanya sebatas kinerja otak dan alam bawah sadar untuk mensugesti suatu keadaan, sedangkan memahami penggunaannya lebih menggunakan perasaan dan kepekaan. Jika manusia peka terhadap keadaan maka akan mendorong alam bawah sadarnya untuk bertindak baik berupa pikiran, prilaku, atau sumbangsi lain. Menurunkan ego menjadi faktor penting untuk menumbuhkan pemahaman yang baik, ego yang rendah akan mendorong pikiran untuk merasa sadar diri terhadap apa yang terjadi, menerima semua kejadian dengan lapang dada, serta mampu bangkit disaat paling buruk sekalipun. Hidup dengan pemahaman yang baik dan penerimaan yang sebenarnya akan menjadikan seseorang faham apa yang sudah digariskan Tuhan walaupun tidak sesuai dengan harapan.
Adapun beberapa bentuk penerimaan diri yang bisa mengantarkan seseorang untuk merasa bahagia :
- Menerima masalah sebagai bagian dari hidup yang harus di hadapi
- Keyakinan bahwa tidak semua usaha akan mendatangkan hasil terbaik
- Bersabar terhadap ketidakadilan
- Pemahaman bahwa manusia tidak dapat selamamnya bergantung dengan orang lain
- Kayakinan bahwa kebaikan yang diperbuat tidak semuanya dibalas dengan cara yang sama
- Memahami bahwa setiap orang mempunyai keperluan yang berbeda
- Memahami bahwa setiap orang mempunyai cara pandang yang berbeda.
Pernahkah kau kecewa dengan kesungguhanmu?atau marah dengan keadaan? atau bahkan merasa Allah tidak adil?
Atau kecewamu dengan penerimaan yang baik membuat hidupmu menjadi lebih baik?
Tidak ada yang lebih buruk daripada pulang karena merasa kalah dengan keadaan dan ditinggalkan. Tepat 28 Februari 2018 kejadian pada kalimat pertama menjadi penyebab terpuruk. Pulang dalam keadaan meninggalkan semuanya, karir, pekerjaan, perasaan, dan teman. Sepanjang perjalanan kekhawatiran mnyelimuti kepala, khawatir tidak mendapatkan pekerjaan kembali, khawatir tidak dapat dapat berinteraksi sosial karena harus memulai pertemanan baru, rasa lelah untuk memulai hubungan kembali karena khawatir tidak akan berjalan baik. Terpuruk, itu perasaan yang tidak mau hilang selama hampir dua minggu kepulangan. Namun hidup dengan penerimaan yang baik membuat penulis mampu berfikir bahwa semua yang terjadi harus dihadapi, keyakinan bahwa resign akan mendatangkan hasil terbaik, bersabar terhadap hidup yang terasa tidak adil serta semua keputusan yang sudah diambil dengan pertimbangan yang tepat tidak layak disesali membuat penulis mampu melalui semua proses lalu merasa bersyukur. Pengalaman hidup dengan penerimaan yang baik membuat manusia mampu hidup dengan lebih faham.
![]() |
| Setiap keputusan yang kau ambil dengan pemikiran dan pertimbangan yang matang tidak layak untuk kau sesali. |
Tidak ada yang lebih buruk daripada pulang karena merasa kalah dengan keadaan dan ditinggalkan. Tepat 28 Februari 2018 kejadian pada kalimat pertama menjadi penyebab terpuruk. Pulang dalam keadaan meninggalkan semuanya, karir, pekerjaan, perasaan, dan teman. Sepanjang perjalanan kekhawatiran mnyelimuti kepala, khawatir tidak mendapatkan pekerjaan kembali, khawatir tidak dapat dapat berinteraksi sosial karena harus memulai pertemanan baru, rasa lelah untuk memulai hubungan kembali karena khawatir tidak akan berjalan baik. Terpuruk, itu perasaan yang tidak mau hilang selama hampir dua minggu kepulangan. Namun hidup dengan penerimaan yang baik membuat penulis mampu berfikir bahwa semua yang terjadi harus dihadapi, keyakinan bahwa resign akan mendatangkan hasil terbaik, bersabar terhadap hidup yang terasa tidak adil serta semua keputusan yang sudah diambil dengan pertimbangan yang tepat tidak layak disesali membuat penulis mampu melalui semua proses lalu merasa bersyukur. Pengalaman hidup dengan penerimaan yang baik membuat manusia mampu hidup dengan lebih faham.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar